"ka Didah, makasiii banyak yaa martabaknya." Kata salahsatu dari mereka. Itu merupakan senyuman terindah anak-anak kamar. Sederhana saja. Martabak dan gorengan yang dibeli sore itu tidak sampai 50 k. Tapi terimakasih dari mereka bak diberi hal yang luar biasa. Hanya martabak 2 telor asin. Minggu-minggu ini memang banyak sekali disibukkan dengan perkuliahan. Tidak ikut shalat jamaah, jarang cek kondisi anak² dikamar, cek kebersihan kamar aja banyak izinnya, gaikut rapat ini itu, bahkan yang paling menonjol, menolak dijadikan penanggungjawab pemilihan ketua also baru. "Maaf yaaa kaka jarang ke kamar." kataku dalam hati. Padahal mereka setiap ada aku ke kamar, jenguk anak yang sakit, atau menyampaikan pesan dari orangtua mereka, atau sekedar menanyakan kabar kamar, mereka senang. Maaf ya. Sampai akhirnya beberapa hari ini berniat untuk memberikan sesuatu buat anak kamar. Tapi gajadi mulu karena kendala, lupa bawa uang, susah nyari yang jualan, buru2. Dan berakhir mak...