Menahan
Akhirnya setelah beberapa hari jadi perawat untuk santri-santri hebat, Allah memberikan juga giliran menahan pusingnya kepala, panasnya demam, dan gatalnya tenggorokan. Jujur saja, sakit ini adalah sakit yang ku khawatirkan sebelumnya. Keadaan sungguh berubah, saat menjadi santri sakit adalahhal yang menyenangkan. Bahkan Pura-pura sakit juga pernah, untuk tidak mengikuti kegiatan. Berbeda dengan sekarang, memaksakan ikut kegiatan meskipun sakit benar-benar berat dirasakan. Kecuali setelah benar-benar sulit menahan, akhirnya menyerah dan izin menjadi pilihan. Sekali izin, ternyata aku memang harus memaksakan untuk masuk lagi. Yang penting, jangan sampai ummi tau. Semoga besok membaik, biar bisa nganter ke dufan. Biar bisa nerima setoran anak2 kelas 9 lagi. Ada tanggung jawab yang harus dituntaskan. Apalagi minggu ini lagi UAS