Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2022

Terasing

Beberapa hari ini, anak itu memang selalu datang mengetuk pintu kamar. Dengan cerita yang hampir sama tentunya. Yang membedakan hanya suasana hatinya. Kalau hatinya sedang kuat dan cara mengambil hikmah nya sedang baik, dia cerita dengan tenang dan lapang. Lain kalau suasana hatinya sedang sempit dan berat. Satu kata ia sampaikan, 2 menit selanjutnya tangisan. 'Seberat ituu yaa masalah pertemanan..? ' Tanyaku dalam hati.  "Gapapa yaa. Kita gaharus temenan deket sama si A. Banyak loh temen yang lain juga." "Tapi ka Didah, dia itu ngehasut orang biar jangan deketin aku. Aku Capek ka Didah." katanya sambil menangis.  "gini gini.. Pertama, tujuan kita disini bukan buat nyari temen aja. Iyakan..? Ada hal-hal lain yang harus lebih diutamakan. Belajar disekolah, hafalan Al quran, tugas² sekolah juga, banyak kan.. Coba sekarang Keyla mau ga bahagiain ayah ibu..?"  "Mau," jawabnya.  "iyaa semua orang juga mau, dan orang yang bahagiain banggai...

Protes

"Ustadzah, ustadzah yang kemarin laporin aku waktu ga turun shubuh ya..?" Tanya seorang anak kelas 10 malam tadi. "iyaa, beberapa hari yang lalu rasanya." jawabku. "Aku ga turun karena bocor, baru pertama haid ustadzah." bela nya. "Kan dari awal udah dibilang, gaada alasan itu. Itu bisa diselesaikan dari sebelum shubuh. Tapi kalau keukeuh, tinggal disampaikan saja sama Musyrifah yang nahkim." "Pas tahkim, aku lupa gaturun. Jadi tetep dapet poin."  "lah kenapa ga turun..? "  Dia keukeuh dengan pendiriannya gamau dapet poin, aku..? Keukeuh juga cari cari celah yang buat dia faham.  "Yaudah kalau emang ngerasa ga salah, tinggal bilang ketua pengasuhan aja."  "Udah ustadzah, tapi Udah kerekap katanya."  "Terus apa maunya sekarang..?" tanyaku.  "Harusnya waktu ustadzah liat, konfirmasi dulu ke aku. Tanya dulu. Aku bener ngelanggar atau nggak. Jangan asal nulis nama."  Waduhh,disemprot. Aku te...

Ujian Akhir Tahfizh

Kuliah Offline ternyata cukup melelahkan. Bukan hanya waktu yang terkuras. Tenaga juga berkurang. Daaan yang membuat hati deg-degan adalah... Sudah masuk ujian akhir Tahfizh. Ya, kelas 9 dan 12 sudah saatnya menyetorkan hafalan yang mereka miliki. Bukan sekedar target harian satu anak 4 baris hafalan. Terlebih masih ada dua anak yang belum mencapai target, tapi Terkunci hafalan ya karena belum Juziyyah. Sementara waktu tahfizh yang singkat diisi dengan kantuk tak tertahankan. "Kalian Tahfizh 50menit aja loh, masa iyaa setengah nya diisi ngantuk dan ngantuk." omelku pada anak yang rutin ngantuk setiap pagi. Kalau sudah bener-bener greget, "Yakin bisa selesai ujiannya kalau setiap Halaqah ngantuk gini terus.?" Besoknya..? Terulang lagi. "Ustadzah, boleh ga setoran abis dzuhur..?" tanya salahsatu mereka.  Sebenarnya boleh saja kalau kondisinya sedang tidak ada perkuliahan. Tapi setoran di luar waktu membuat mereka berleha-leha diwaktu tahfizh.  "Nggak. S...