Terasing
Beberapa hari ini, anak itu memang selalu datang mengetuk pintu kamar.
Dengan cerita yang hampir sama tentunya. Yang membedakan hanya suasana hatinya. Kalau hatinya sedang kuat dan cara mengambil hikmah nya sedang baik, dia cerita dengan tenang dan lapang.
Lain kalau suasana hatinya sedang sempit dan berat. Satu kata ia sampaikan, 2 menit selanjutnya tangisan.
'Seberat ituu yaa masalah pertemanan..? ' Tanyaku dalam hati.
"Gapapa yaa. Kita gaharus temenan deket sama si A. Banyak loh temen yang lain juga."
"Tapi ka Didah, dia itu ngehasut orang biar jangan deketin aku. Aku Capek ka Didah." katanya sambil menangis.
"gini gini.. Pertama, tujuan kita disini bukan buat nyari temen aja. Iyakan..? Ada hal-hal lain yang harus lebih diutamakan. Belajar disekolah, hafalan Al quran, tugas² sekolah juga, banyak kan.. Coba sekarang Keyla mau ga bahagiain ayah ibu..?"
"Mau," jawabnya.
"iyaa semua orang juga mau, dan orang yang bahagiain banggain orangtua itu salahsatu caranya dengan belajar yang sungguh2. Kalau yang jadi tujuan utama disini adalah belajar, insyaAllah Masalah 2 lain akan terlihat kecil." dia terdiam memperhatikan.
"Kedua, kita hidup berdampingan dengan orang lain, dengan teman dengan kaka kelas dengan Musyrifah. Tugas kita adalah memberikan kenyamanan pada siapapun yang ada disekitar kita. Jangan sampai, adanya kita membuat orang lain gabetah, membuat Orang lain ganyaman. Jangan sampai tingkah kita membuat orang lain merasa ter rampas ketenangannya. " dia masih terdiam.
"Misalkan, dikamar waktunya istirahat, kita malah berisik. Itu membuat oranglain ganyaman, berarti kita gaboleh berisik. Atau kita bicara hal² yang kotor sama orang lain, itu juga buat dia ganyaman,berarti kita gaboleh bicara kotor atau kasar. Begitupun dengan hal hal lainnya."
"Orang yang hidup disekitar kita itu berbeda-beda, bisa jadi apa yang menurut kita menyakitkan tapi kata dia biasa aja. Pun sebaliknya, ada yang menurut kita biasa aja tapi kata dia menyakitkan. Jadi kita tidak bisa menyamakan sangkaan kita dengan bagaimana dia. Ya.. "
" Tapi kadidah, aku kan udah minta maaf. "
" Iyaa, kalau salah memang kewajiban kita minta maaf. Tapi memaafkan adalah hak dia. Kita gabisa atur kecuali dengan berubah menuju lebih baiknya kita."
Aku menambahkan lagi. "Jadi intinya, tugas kita adalah memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan oleh orang lain. Adapun kalau memang orang lain memperlakukan kita hal yang kita tidak sukai, tugas kita harus introspeksi. Siapa tau memang kita yang salah. Coba diinget² siapa tau ada kesalahan kita yang mungkin tidak kita sadari, siapa tau ada perkataan kita yang mungkin menyakiti.
Komentar
Posting Komentar