Ujian Akhir Tahfizh

Kuliah Offline ternyata cukup melelahkan. Bukan hanya waktu yang terkuras. Tenaga juga berkurang. Daaan yang membuat hati deg-degan adalah...

Sudah masuk ujian akhir Tahfizh.

Ya, kelas 9 dan 12 sudah saatnya menyetorkan hafalan yang mereka miliki. Bukan sekedar target harian satu anak 4 baris hafalan.

Terlebih masih ada dua anak yang belum mencapai target, tapi Terkunci hafalan ya karena belum Juziyyah. Sementara waktu tahfizh yang singkat diisi dengan kantuk tak tertahankan.

"Kalian Tahfizh 50menit aja loh, masa iyaa setengah nya diisi ngantuk dan ngantuk." omelku pada anak yang rutin ngantuk setiap pagi.

Kalau sudah bener-bener greget, "Yakin bisa selesai ujiannya kalau setiap Halaqah ngantuk gini terus.?"

Besoknya..? Terulang lagi.

"Ustadzah, boleh ga setoran abis dzuhur..?" tanya salahsatu mereka. 

Sebenarnya boleh saja kalau kondisinya sedang tidak ada perkuliahan. Tapi setoran di luar waktu membuat mereka berleha-leha diwaktu tahfizh. 

"Nggak. Sekarang aja gaada yang setor, kalau sekarang penuh, ngantri gakebagian boleh diluar waktu. Manfaatin dulu waktu yang ada ya.." jawabku, sambil greget. 

Padahal beberapa hari sebelumnya sudah disampaikan, bakalan sulit buat setoran diluar waktu karena ada perkuliahan, sudah mulai bimbingan, dan... Kalaupun sudah pulang, ngantuk dan lelah tak tertahankan. Khawatir malah tidak maksimal dalam simak hafalan. 

Di satu sisi merasa bersalah karena tidak memberikan mereka ruang, tapi memang sedari awal kembali pada kesiapan Muhaffizh sendiri untuk waktu diluar yang sudah ditentukan. 

Semoga Allah Mudahkan yaaa sholihah ❤️ 

Bismillah ikut wisuda semuanya... 


Pamulang, 11 oktober 2022

Mau ketemu ustadz Muammar, bimbingan pertama. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Guru

Karantina Kelas 9