Bukan untuk dipermainkan

Hari ini rasanya capek sekali. Datang ke halaqoh Tahfizh dengan wajah lesu, lemes, dan ngantuk banget. Biasanya, anak² baru baca doa bersama udah ancang-ancang mendekat ke tempat halaqoh. Tapi hari ini, doa selesai beberapa menit yang lalu, masih sempet²nya santai di kursi kamar.

Bukan bukan, sebenarnya bukan santai2. Tapi melepas lelah setelah 2 matkul di hari ini, ditambah dosen pembimbing yang nagih paksa 3 bab skripsi, padahal aslinya baru 1 bab. Ga panik gimana kan.

Sesampai di halaqoh, buka halaqoh dengan membaca surat al Fatihah sama-sama. Tiba-tiba beberapa anak di sebelah kiri membaca Al Fatihah sambil ketawa-ketawa, di lambat2in. Awalnya aku cuek aja, tapi makin lama, ko mereka makin bangga. 

"SSST YANG BENER BACANYA." Tegurku. 

Anak-anak itu masih senyum² ketawa ketiwi. 

"SHAFA, PINDAH..!" 2 temen lainnya malahngetawain karena disuruh pindah, entah apa yang mereka ketawain. Marahnya aku, atau emang ada yang lucu dari mereka. 

"RAIHANA KAMU JUGA PINDAH." 

Quran itu bukan sesuatu yang seenaknya bisa dimainin. Baca yang bener. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Guru

Karantina Kelas 9