Dear, Kelas 9
Hi Anak-anak sholihah..
Yang pertama ingin kaka sampaikan adalah terimakasih atas semua pembelajaran ini.
Hari Sabtu itu, kaka sedikit kaget. Akan kericuhan yang terjadi, antara kalian kaka² kalian dan mungkin kaka juga.
Awalnya kaka kira pertengkaran kecil, surakan surakan, sindir menyindir, itu.. Hanya sekedar cara kalian meramaikan suasana saja. Kaka kira, semuanya baik-baik saja.
Sesekali Kaka hanya tegur atas ribut yang terasa mulai berlebihan.
Sampai Akhirnya..
Bugg.. Salahsatu kalian terjatuh, yang lainnya riweuh, ricuh, marah, dan kesal.. Walopun tidak terlalu jelas kaka melihat, bisa disimpulkan kalau antara salahsatu kls 11 panitia dan kalian ada pertengkaran.
Kaka coba melerai, namun betapa kagetnya saat kalian malah marah marah dengan bahasa kasar, sambil nunjukin nunjukin didepan kaka. Pada saat itu, kaka merasa tak berdaya, tak berguna, sia-sia, percuma, gagal membina kalian semua.
"Apa sampai disini aja ya..?"
Tidak sampai disitu, kalian pulang ke asrama dengan kemarahan yang sama. Saat berpapasan dijalan motor kaka sampai berhenti dulu. Jujur Takut.
"Ustadzah, kayanya kita harus forum deh." kata salahsatu kls 12. Diluar nalar, ternyata perlakuan perlakuan seperti tadi kalian lontarkan juga pada kaka kls kalian. Ancaman, teror, sinisan dsb. Bahkan kaka² kalian sampai takut pulang ke kamar.
"Yaudah nanti kita forum dulu 3 angkatan yaa. Kls 12, kls 11, kls 9"
Walaupun sebenarnya dimalam itu ada pentas seni yang seharusnya dimaksimalkan untuk persiapan di sore harinya khususnya oleh panitia. Tak apa. Sepertinya meluruskan semuanya lebih utama untuk saat itu.
Akhirnya juru bicara dari setiap kelas menyampaikan, menyanggah, mengeluarkan segala unek-uneknya. Ditengahi oleh Musyrifah dari pengasuhan.
Hingga akhirnya semua masalah lebih sederhana, yaaaa kls 9 merasa tidak diberikan keadilan, merasa panitia pilih kasih, merasa kls 12 melakukan kecurangan.
Walaupun masih tersulut dengan emosi dan kemarahan, akhirnya sedikit demi sedikit bisa selesai.
Yang kaka garisbawahi dalam cerita ini adalah bagaimana kalian menyikapi.
Atas semua kesalahan kekhilafan dan Kekeliruan kaka mohon maaf. Dan kaka terima juga maaf dari kalian.
Semoga kelak menjadi anak sholihah yaa anak anak.
Teruntuk Verchieden.
Memori Februari 2023
Komentar
Posting Komentar