Kalau Mau

"Kalau mau selesai, ya harus istiqamah" kataku pada 2 anak kelas 9 yang kelulusannya masih ditangguhkan. Ikut atau tidaknya wisuda tergantung bagaimana mereka berdua bisa atau tidak menyelesaikan hafalannya.

"iyaa ustadzah, terimakasih sudah mengingatkan." 

Iyaa, 10 April kemarin anak-anak emang jadwal liburan. Setelah berbagai kegiatan Ramadhan terlaksana di pesantren.

Panjang Nasihat ku untuknya. Kekhawatiranku sebagai guru terhadap target muridnya yang belum tercapai terus bersliweran.

'Gimana kalau ga selesai, gimana kalau dia gabisa ikut wisuda, gimana kalau ini itu...' 

"Bisa yaa, kalau kamunya mau bisa ko selesai" nasihatku disetiap selesai Halaqah.

Dia menangis, berjanji akan memperbaikinya. Tapi tidak ada perubahan disetiap harinya. 

"Gurunya jangan pesimis." kata ustadz Dodi saat aku berusaha menyampaikan keluh kesahku. Iyaa jugaa, aku selalu pesimis ketika membahas 3 orang yang tertinggal dari teman-temannya. Hingga akhirnya kuputuskan untuk senantiasa husnudzon, disamping berusaha menyempatkan memberikan motivasi pada mereka. 

Sampai Akhirnya, yang tidak mungkin itu terjadi. Atas kegigihannya. Alhamdulillah. 

Mesipun masih 2 lagi. Jadi, diliburan ini aku tetap kejar dan kejar agar mereka setoran, pastikan jadwalnya pas. 

"Kalau kamunya mau, insyaAllah bisa." kataku. Sebenarnya target nya masih 1 juz hafalan baru dan 1 juz yang belum diujikan. Tapi harus selalu ingat. 'Gurunya jangan pesimis'. 

"Jauhilah banyak dari prasangka. Sesungguhnya, sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain.." (Al Hujurat 12)

Semangat Bila dan Ziva. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Guru

Karantina Kelas 9