Gorengan dan Kebahagiaan
"Ka, 12 kamar yang dapat bintang semua. Apa beliin snack aja ya..?" tanya ms ela.
Rencananya kamar terbersih bulan ini akan dihadiahi voucher jajan. Tapi 12 kamar sepertinya terlalu banyak.
"Apa gorengan aja ya ms..?" tanyaku.
"Atau martabak ?"
"Kayanya martabak potongan nya sekitar 10 aja, kurang."
Akhirnya kita putuskan, gorengan 30 k perkamar. Setelah halaqah rencananya kami pergi belanja gorengan. Aku teringat kalau motorku harus di service.
"Kretek kretek kretek." bunyinya saat gas digaungkan sampai akhirnya aku memutuskan untuk harus menservicenya. Sesegera mungkin. Karena besok harus segera dikirim ke tasik. Dan tidak mungkin rasanya jika perjalanan tasik-ciamis dengan kondisi motor seperti itu.
Tadinya setelah mengajar di 8.1 aku berencana untuk service sekalian antar ka utami mengurus ATM nya yang hilang. Tapi qadarullah hujan.
"Ka, idah duluan yaa. Soalnya mau service motor dulu. Semoga masih ada bengkel yang buka." pamitku.
Sepertinya motor nya memang sudah parah, abang bengkel tidak selesai-selesai memperbaiki motornya. Hari mulai makin gelap, tapi service masih belum selesai. Dan Sebagian uang gorengan dipegang ku.
"Ka, beliin sekalian aja ya. Idah masih di bengkel."
"Aku gabawa uang lebih tapi ka." jawab ka nadhirah.
"Oh, yaudah. Tapi maaf kalau aga telat ya."
Tak lama, akhirnya motor selesai. "Ini ka, udah lebih enak sekarang motornya." kata abangnya. Aku segera membayar 210.000 dan pergi meninggalkan bengkel menuju reni. Gorengan.
Tiba-tiba ms ela menelponku. Menanyakan posisiku sudah dimana.
Setelah aku sampai, sungguh betapa bahagianya melihat anak kamar yang mendapatkan hadiah kebersihan dengan excited dengan gorengan yang seadanya. Padahal.
Ya itulah mereka, sholehah² yaaa kalian semuaa.
"Ya Allah... Lembutkanlah hati anak-anak semuanya, lindungilah mereka dan jadikanlah mereka bagian dari pejuang agamamu."
27 Maret 2024 M/16 Ramadhan 1444 H
Komentar
Posting Komentar