Crush
"Ih harusnya ka Didah dulu yang kenalan. Jangan kita." ucap Balqis saat dia, Elvita, syalwa dan Farah selesai memperkenalkan diri.
"Jangan, kalian dulu aja." tolakku.
Mereka terus membujuk, sampai akhirnya..
"Nama lengkap, Didah Pingdi Hamidah." kuperkenalkan diriku mulai dari nama, asal, riwayat pendidikan, keluarga, cita-citaaa dan cinta.
"Ka Didah sekarang lagi ngcrushin siapa..?"
"Gaada, umur segini mah udah ga mikirin itu." jawabku sambil tersenyum.
"Ah bohong, pasti adaa."
"Atau, lagi kagum sama siapa deh.." tanya mereka lagi pantang menyerah.
"Wah banyak, kagum sama ustadz Ali karena ilmu dan kehebatan-kehebatannya." jawabku.
"Yang jomblo gitu loh kaaaa.." mereka kesal.
"Ayo kaaa siapa, kita keep ko pasti."
Segera kutepis prasangka-prasangka mereka dengan obrolan dan candaan lain, tapi pertanyaan mereka selalu kembali pada...
"Masa gaada sih ka, pasti ada lah."
"Emang kalian ngira idah crushin siapa hayo, coba ngomong coba." Tantangku.
Sejak tadi siang, anak-anak 8 girls memang sudah memperlihatkan perilaku aneh tentang ini. Mulai dari menyebut-nyebut "garut." dan yang berkaitan tentangnya.
"Ustadz sini.."
"Orangnya lemah lembut.."
"Ngajar kelas 8.."
"Ngajar bahasa Arab.."
Sudah jelas nih arah mereka mau kemana.
Kubiarkan lagi aja.
"Kalau ngajar selalu pake koko."
"Eh pernah pake gamis sekali jumat kemaren."
"Warna biru ?" potongku.
Mereka semua langsung heboh, senang dan puass sangat kelihatannya.
Ya, pekan lalu kami bertemu di kegiatan P-5 kelas 8.2, jadi masih terbayang bagaimana penampilannya kala itu karena memang harus selalu berpapasan.
"Kaka bisa nebak arah kalian kemana, kaka bisa baca yang kalian mau apa." mereka malah semakin heboh.
"Udah, udah, kami hanya berteman seperti biasa." kataku tegas.
"Kalau misalkan ternyata jodoh, ka Didah mau nerima ga.?" Kayla menambahkan pertanyaan membuat suasana makin heboh dan, hangat.
Aku segera tarik nafas panjang untuk memberikan jawaban terbaik buat anak-anak yang baru puber ini. Mereka ikut khusyuk bersiap mendengarkan jawabanku.
"Emang ada yaa yang bisa nolak jodoh..?" ternyata jawabanku seperti ini membuat mereka makin heboh lagi, benar benar tak ada habisnya.
"Dengerin yaa, dalam mencari pasangan kita tidak bisa hanya mengandalkan apa yang terlihat dan apa yang dirasa aja. Kita gabisa berusaha mencari jawaban sendiri untuk hal ini."
Komentar
Posting Komentar