Istirahat sejenak
Hari ketiga mulai membaik dari badan lemes dan kepala berat, dan demam. Rabu sore ketika anak kelas 11 dan beberapa musyrifah baru datang dari rihlah ke villa, badan mulai terasa kurang enak.
Awalnya kukira sekedar lelah setelah ngajar di 3 kelas yang berbeda, 7.5, 7.6 dan 8.1. Sehingga kupaksakan untuk tetap ikut al-waqiah dan tahfizh.
Terlebih rencananya kami akan pergi ke playtopia kamis sore. Kami : Idah, susi, kasindi, kaica dan musyrifah yang mau aja. "Masa iyaa, aku izin halaqah maghrib tapi esok harinya pergi jalan-jalan." Fikirku. Jadi kupaksakan maghrib itu tetap hadir di halaqah seperti biasa.
"Ka Didah ngantuk ya..?" tanya Balqis seusai Halaqah.
Aku hanya tersenyum dan segera menuju kantor pengasuhan.
Segera kubaringkan badan di lantai pengasuhan, rasanya badan sudah sangat tidak bersahabat. 'Oiyaa, belum makan seharian ini.'
"Sus, makan yuuk. Idah ada baso aci tadi sore titip ke ka difaa." akhirnya kami makan baso aci + nasi, beberapa suap saja. Perutku sedikit menolak, sehingga aku merasa mual. Kaica yang menyadari segera memberiku promag.
Aku naik ke kamar dan membatalkan rencana membeli obat untuk uks malam itu, kuminum promag itu dan istirahat. Baru sebentar kurebahkan badanku diatas kasur, aku mulai menggigil. Demam. Semalaman tidurku tidak tenang.
'Apa izin aja yaa halaqah shubuh nya.'
*** *** ***
Pagi kamis, tumben Alizah nggak setoran pertama. Ya, aku tetap halaqah. Sepertinya membaik.
Setelah halaqah, seperti biasa aku memanfaatkan hari libur dengan sebaik-baiknya. Ya, harus tidur dulu sebentar. Sebelum piket pengasuhan. Meskipun nyatanya, tidak sebentar. Jam 08.15 aku baru terbangun. Itupun karena mimpiin anak-anak halaqah.
Keringat bercucuran, gelisah, bingung, pusing. Tapi, aku harus piket pengasuhan. Semalam ms ela pamitan tidak bisa piket karena harus menjenguk azzahra tari yang sakit sudah cukup lama.
Satu jam berlalu di pengasuhan kepala semakin berat. Rasanya badan lemasss sangat. Tapi bagaimana lagi.
Kepala kutempelkan dimeja agar bebannya tetahan meja. Sampai akhirnya Ka Ica datang dari membeli obat untuk UKS. "Ka Didah ngapain piket ih.. Tadi aku suruh ka utami buat gantiin piket dulu. Udah sana ka, istirahat." pintanya.
Sebenarnya tidak enak, tapi apalah daya memang badan sangat perlu istirahat.
Aku izin ke ka Ica untuk meninggalkan kewajiban piket jam itu, dan segera kembali ke kamar setelah minta tolak angin dan paracetamol dari obat yang dibelinya. Naik tangga yang tidak banyakpun dalam kondisi seperti itu rupanya sangat melelahkan sekali. Sampai kamar, selain ngos-ngosan karena cape, dada juga terasa sesak.
Ditambah perut yang sakit karena sudah berkali kali bolak balik kamar mandi, diare.
Kaya lebay, tapi memang nyatanya seperti itu.
Kadifa dan ka utami menwariku dibelikan sesuatu, sungguh rasanya tidak ingin apa apa selain sembuh. Tapi kusadari memang harus ikhtiar dulu.
Setelah dipaksa, akhirnya aku titip bubur, roti, biskuit dan kayu putih.
Aku istirahat lagi. Dan demam lagi.
*** *** ***
Bangun tidur, aku segera mandi karena Jum'at ada jadwal di 7.4 dan 8.2.
Komentar
Posting Komentar