Rapat Titimangsa

"Ms, Idah ikut Rapat kah..?" Tanyaku pada Ms Ela.
"Ikut aja ka.."
Pagi itu, setelah semalaman disibukkan dengan Print Raport Tahfizh aku sengaja bergegas ke pengasuhan. Selain untuk mempersiapkan Agenda Haflah besok, aku juga jadwal piket pengasuhan hari itu.

Ms Ela sejak pagi sudah disebutkan dengan nilai anak kelasnya 7.5 karena di rapat nanti walas harus sudah siap dengan semua data tentang anak didiknya.

"Gimana yaa ka, aku masih gaenak sama Mr Ambo."
Aku dan Ka Ica yang sama-sama piket hari itu menyarankan untuk menemui beliau saja, sebelum malah kena tanya saat rapat nanti.

Memang kasus Raisha Adila yang pulang duluan karena sudah pesan tiket cukup mendebarkan, tak hanya Ms Ela, aku dan kaica juga sampai akhirnya...
Ms Ela kembali ke pengasuhan dengan wajah yang berseri-seri. Pertanda baik.

Jam 9 kurang, aku dan Guru² Putri yang tinggal di pesantren segera menuju tempat rapat.
"wah belum ada sendal, bener kan jam 9..?" Tanya salahsatu dari kami setelah melihat tak ada banyak sandal depan ruang ALSO putra.
"iyaaa kok jam 9." kita heran, apa gajadi yaaa, atau memang pindah tempat ? tapi di grup tak ada info apa-apa.
"Oh ituuu ms." tunjukku pada sendal-sendal di ruang makan putra sekaligus Lab Ipa.
"oiyaa, kan tempatnya Lab Ipa."

Kami segera masuk, dan kursi sudah dipenuhi oleh sebagian besar guru. Terutama Guru perempuan.

Mr Ambo mempersilakan kami untuk mengambil konsumsi, susu Ultra, Teh Kotak dan Roti.

"Kenapa Minuman Minumannya harus dua ya..?" Tanya ku pada Ms Ana dijawab dengan senyum manisnya.

Mr Ambo membuka rapat. Para walas bergiliran menyebutkan hal-hal yang berkaitan dengan anak binaannya. Siapa yang memiliki nilai tertinggi, nilai terendah, anak yang bermasalah dan yang lainnya. Para guru mapel pun ikut menimpali dengan menyangkal atau menguatkan beberapa pernyataan wali kelas.

"Jadi bagaimana ms Yani, ms Dwi, apakah bisa memberikan tambahan nilai lagi untuk Fadhil..?" 

Namanya Fadhil, kelas 7.4. Dia agak lemah di sebagian besar pelajaran. Selain sulit diatur, minat dan kesungguhan belajarnya sangat rendah. Setiap Guru mengeluhkan tentangnya.

"Gabisa Mr, nilai segitu aja udah hasil dari beberapa kali saya kasih tambahan. Anaknya juga tidak ada kesungguhan buat memperbaiki."
"Iyaa Mr, itu aja udah banyak banget dibantunya." tambah Guru yang lain.

"Jadi, kita ga ngasih dia naik kelas kah..?" Tanya Mr Ambo.
"Kalau kita beri dia naik kelas, yang malah dipertanyakan nanti kualitas disini Mr." jawab Guru lain.

Mr Hadi, walas 7.4 sudah mengusahakan memberikan pembelaan agar Fadhil tetap naik kelas, tak lupa memberikan tawaran kepada Guru-Guru yang bersangkutan.
"Gabisa Mr, saya sudah beberapa kali kasih dia kesempatan, tapi memang Anaknya gak ada kemauan."

Ms Aerani seperti faham akan galaunya ustadz Hadi, beliau menambahkan beberapa kalimat penguat dan menghibur ustadz Hadi.

"Guru lain, apakah ada yang ingin menambahkan atau menyanggah tentang Fadhil.?" Tanya Mr Ambo, lagi.

Aku terdiam. Mengingat memori KBM setaun kemarin. 

Diawal tahun ajaran Fadhil memang cukup sulit diarahkan, dia juga sulit fokus, dan sulit memahami materi yang diajarkan. Tapi, hari demi hari, pertemuan demi pertemuan, materi demi materi, di pelajaranku dia menunjukkan semangat dan ketertarikannya untuk belajar. Tugas selalu ia kerjakan paling cepat, meskipun diawal jam dia harus ditegur dulu karena buru-buru buka youtube. Dia juga berani bertanya saat ada materi yang belum dia fahami, meskipun saat dia bertanya oranglain tidak boleh ada yang menyanggah, menghalangi, dan mengalihkan perhatian darinya.
selain membaik didalam kelas, dia juga anak yang ramah. Tak segan menyapa, bertanya kabar dan memperhatikan hal-hal kecil dari kita.
"Ms, hari ini kok kelihatan lemes..? Lagi sakit?"

*** **** ***
Terlalu banyak melamun, ternyata sesi kelas 7.4 sudah selesai.
Pembahasan kelas lain tak lama, karena anak-anaknya cukup, aman. Begitupun kelas 8.2.

"Kalau dikelas 7.4 ada Fadhil, kalau 8.2 ada Bintang." Kata Ustadz Dodi.

akhirnya Rapat selesai jam 11 lewat beberapa menit. Mr Ambo minta maaf atas kelebihan waktu itu, padahal memang banyak juga Guru yang telat saat rapat dimulai. Jadi seharusnya wajar saja.
Tapi itulah profesional profesionalnya Mr Ambo, dan itu hal yang luar biasa.

dengan ditutup ya rapat itu, menandakan berakhir pula Tahun ajaran 2023/2024, berakhir pula masa abdi ku di Mts Al Adzkar.

Ya, rapat terakhir. Kupandangi satu demi satu Guru guru hebat itu.
Yassarallah Umuurakum
Terimakasih atas pengabdian kalian untuk anak-anak bangsa.


Kamis, 20 Juni 2024

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Guru

Karantina Kelas 9